MONEY POLITIK

blogger templates

BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Seperti yang telah kita tahu, bahwa Negara kita merupakan negara demokrasi. Demokrasi merupakan suatu wujud dari kedaulatan rakyat, karena disinilah rakyat yang memliki peranan yang sangat penting , karena dengan Demokrasi rakyat bisa menyampaikan aspirasinya. Demokrasi yang dianut di Indonesia, yaitu demokrasi Pancasila.
Demokrasi adalah kunci untuk mewujukan kedaulatan rakyat. Demokrasi dan kesejahteraan rakyat bisa berjalan dengan seiringan dalam mencapai cita – cita dan kemakmuran kesejahteraan rakyat.  Wujud dari demokrasi di Indonesia adalah banyak munculnya partai – partai politik  yang berlandaskan sebagai penampung dan penyalur aspirasi rakyat. partai politik itu merupakan wadah yang mewakili rakyat dan calon-calonnya yang akan menjadi kandidat dalam menempati jabatan-jabatan publik. Calon – calon tersebut akan di pilih oleh rakyat melalui pemilu . semua warga Negara yang telah cukup umur atau yang  telah memenuhi syarat berhak untuk mengikuti pemilu dan memilih calon – calon wakil mereka.
Akan tetapi akhir – akhir ini banyak partai – partai baru yang bermunculan serta banyaknya calon – calon legislatif yang maju ke ajang pemilu membuat bingung rakyat. Dengan banyaknya calon legislatif yang maju ke ajang pemilu membuat rakyat bingung harus memilih yang mana, apalagi para calon – calon legislative tersebut berasal dari berbagai macam kalangan , ada pengusaha , pegawai negeri , bahkan dari kalangan artis dan pengangguran yang kita tidak tahu sejauh mana pengetahuan mereka terhadap dunia politik.
Untuk mendapatkan kursi jabatan , tentu saja mereka harus mendapatkan dukungan dan harus berjuang keras unntuk menarik perhatian masyarakat agar mau memilih dirinya. Untuk menarik perhatian masyarakat mereka biasanya melakukan kampanye , baik kampanye turun ke jalan secara langsung , atau orasi di suatu tempat atau bahkan mereka membuar poster – poster di pinggir jalan yang mencantumkan nama partai dan nama mereka lengkap dengan fotonya.

Bahkan hal yang lebih parah lagi adalah mereka melakukan penyogokan baik dengan uang atau yang lain kepada masyarakat agar masyarakat memilih mereka. Hal ini jelas melanggar peraturan dan merusak indahnya demokrasi di negeri ini.

B.       Rumusan Masalah
1.      Apa yang dimaksud dengan penyogokan uang (money politik ) ?
2.      Mengapa money politik itu bisa terjadi ?
3.      Bagaimana praktik money politik tersebut ?
4.      Apa Dampak money politik ?
5.      Bagaimana pilihan masyarakat Indonesia dengan adanya praktik money politik?

C.      Tujuan

1.      Untuk mengetahui apa yang di maksud dengan money politik
2.      Untuk mengetahui apa penyebab money politik itu terjadi.
3.      Untuk mengetahui bagaimana praktik dari money politik.
4.      Untuk mengetahui dampak money politik.
5.      Untuk mengetahui pilihan masyarakat Indonesia dengan adanya praktik money politik.











BAB II
PEMBAHASAN

A.      Pengertian Money Politik
`Politik uang (money politik ) adalah suatu bentuk pemberian atau janji menyuap seseorang supaya orang itu tidak menjalankan haknya untuk memilih maupun supaya ia menjalankan haknya dengan cara tertentu pada saat pemilihan umum. Pemberian ini biasanya berupa uang dan barang. Politik uang ini biasanya dilakukan oleh para simpatisan, kader dan pengurus partai beberapa hari sebelum pemilihan umum.
Pengertian money politic, ada beberapa alternatif pengertian. Diantaranya, suatu upaya mempengaruhi orang lain dengan menggunakan imbalan materi atau dapat juga diartikan jual beli suara pada proses politik dan kekuasaan dan tindakan membagi-bagikan uang baik milik pribadi atau partai unatuk mempengaruhi suara pemilih (vooters). Secara hukum, praktik politik uang tegas dilarang, dan termasuk tindak pidana dengan jerat hukuman seperti di atas. Secara etika, politik uang merupakan sebuah praktik kotor, karena di situ ada hak – hak orang yang di beli dengan harga murah.
Maka dari hal diatas dapat di simpulkan bahwa money politik adalah kegiatan menyimpang kampanye dengan cara   pemberian uang atau barang kepada masyarakat agar masyarakat mau menuruti apa yang di inginkan.

(http://andi-koswara.blogspot.com/2012/07/money-politik-menciderai-nilai-nilai.html)


B.     Penyebab money politik
Penyebab money politik sangat bervariasi , diantaranya adalah kurangnya kesadaran para pelaku politik tentang aturan – aturan dalam berpolitik dan terlalu berambisinya para caleg untuk memenangkan suara pemilu. Jika di kalangan masyarakat yang menerima dan melakukan money politik tersebut tentu saja mereka mempunyai alasan. Seperti kita tahu bahwa kodrat manusia itu tidak pernah cukup, manusia sangat menyukai uang karena memang itulah kebutuhan pokok manusia. Selain itu masa kampanye pun bisa dijadikan ajang penambah pendapatan mereka. Ada alasan lain juga, mungkin itu sebuah kekesalan masyarakat akan kinerja wakil rakyat selama ini, masyarakat berpikir bilamana mereka telah duduk di tahtanya otomatis mereka akan lupa terhadap janji-janji dan harapan-harapan yang telah mereka orasikan, kedekatan semasa kampanye akan berakhir secara spontan, jadi masyarakat seolah berpikir ada baiknya para caleg di manfaatkan sewaktu masa kampanyenya.
Dijelaskan Sudjito (2009), filosofi manusia modern mempunyai beberapa ciri. Di antaranya, pertama, manusia modern hidup berdasarkan rasionalitas yang tinggi. Kedua, kebutuhan manusia terfokus pada materi kebendaan. Di antara materi kebendaan yang dipandang memiliki nilai tertinggi adalah uang.
Edy Suandi Hamid (2009) yang melihat dari kacamata ekonomi, menilai money politic muncul karena adanya hubungan mutualisme antara pelaku (partai, politisi, atau perantara) dan korban (rakyat). Keduanya saling mendapatkan keuntungan dengan mekanisme money politic. Bagi politisi, money politic merupakan media instan yang dengan cara itu suara konstituen dapat dibeli. Sebaliknya, bagi rakyat, money politic ibarat bonus rutin di masa Pemilu yang lebih riil dibandingan dengan program-program yang dijanjikan.
Permasalahan money politic juga bisa membuktikan bahwa masyarakat masih belum memahami dan menjalankan demokrasi dengan benar. Menerima suapan yang di berikan para calon legislatif bukti bahwa masyarakat tidak menghargai arti dari demokrasi, bukan hanya masyarakatnya saja yang merusak demokrasi namun merekalah para calon legislatif yang menjadi aktor penghancur nilai-nilai demokrasi bangsa Indonesia ini

(http://andi-koswara.blogspot.com/2012/07/money-politik-menciderai-nilai-nilai.html)


C.  Praktik money politik
Banyak cara untuk melakukan praktik money politik , diantaranya adalah dengan cara membagikan uang kepada masyarakat  melalui kader – kader . kader – kader ini biasanya terdapat di setiap desa. Kader – kader ini jumlahnya banyak dan mereka biasanya membagi wilayah sasaran. Mereka biasanya melakukan ini beberapa hari sebelum pemilu dilaksanakan, bahkan ada yang melakukan ini pada saat pagi sekali pada hari pemilu itu di laksanakan .  biasanya ini sering disebut dengan serangan fajar.
Selain dengan uang , biasanya mereka juga memberi sembako dan bahan – bahan pokok. Biasanya sasaran tindakan ini adalah masyarakat yang kurang mampu dan masyarakat yang apatis dengan pemilu. Mereka memberi sembako dan uang dengan imbalan masyarakat akan memberikan suaranya kepada para caleg. Dengan demikian maka para caleg akan mendapat dukungan suara pada saat pemilu.

D.      Dampak Money Politik
Tidak dipungkiri bahwa praktik money politik dapat memberikan dampak bagi masyarakat , Negara maupun si kader itu sedendiri. Jika kita lihat dari segi masyarakat , segi positifnya adalah masyarakat bisa mendapatkan uang dengan cara mudah dan Cuma – Cuma. Akan tetapi hal ini membawa dampak negative bagi masyarakat. Masyarakat tidak patuh akan hukum dan dengan masyarakat menerima uang yang di berikan oleh para kader, berarti suara masyarakat itu telah di beli dengan mudah dan dengan uang yang seberapa.
Selain itu , banyak masyarakat yang memilih mencoblos para caleg yang telah memberinya uang dengan alasan klasik jika dia sudah di beri uang maka dia sudah berjanji untuk memilih caleg tersebut, dan alhasil di pilihlah semua caleg yang telah memberinya uang dan hal ini menyebabkan tidak sahnya suara tersebut. Jika dilihat dari segi caleg, Hal ini jelas merugikan para caleg , karena para caleg sudah mengeluarkan uang akan tetapi dia tidak mendapatkan suara.
Perbuatan money politik juga akan berimbas dengan korupsi jika nanti si caleg sudah menjadi anggota legislative. Hal ini tidak dipungkiri karena caleg tersebut sudah menghabiskan uang banyak untuk berkampanye dan sebagai gantinya dia mengambil uang rakyat untuk mengganti uang yang telah di buat untuk kampanye tersebut.
Dampak yang lain jika para caleg gagal adalah apabila caleg tersebut tidak kuat imanya , maka caleg tersebut akan terkena gangguan psikologis. Gangguan psikologis ini bisa disebabkan karena impian para caleg yang sudah terlalu tinggi menjadi anggota legislative harus terkubur dalam – dalam karena sedikitnya suara yang memilih dirinya, selain itu gangguan psikologis juga dapat disebabkan oleh tekanan ekonomi karena sudah banyaknya uang yang dikeluarkan untuk biaya kampanye. Apalagi jika uang tersebut merupakan uang yang berasal dari pinjaman atau hutang.
Money politic bisa juga berdampak perpecahan antar masyarakat, karena masyarakat telah berhutang budi kepada calon legislatif yang telah memberikan bentuk penyuapan, sehingga sikap fanatik akan timbul dan mereka menganggap para calon legislatif lainnya buruk dibandingkan yang mereka dukung, disinilah akan terjadi konflik antar pendukung masing-masing para calon legislatif. Sangat disayangkan apabila terjadi perpecahan yang terjadi di masyarakat akibat permainan para politisi dengan money politic.





E.       Antara Uang dan Pilihan Hati
Money politik dapat mempengaruhi suara masyarakat dalam pemilu.  Banyak caleg yang membagi – bagikan uang kepada masyarakat dan sebagai imbalanya mereka harus memberikan suara kepa caleg tersebut dalam ajang pemilu. Apabila penerima uang tersebut memang mendukung dan setuju dengan caleg tersebut , tidak masalah jika dia memberikan suaranya kepada caleg tersebut. Namun apabila penerima uang tidak terlalu mendukung dan tidak cocok dengan caleg tersebut akan tetapi dia sudah menerima uang dan berjanji akan memberikan suaranya kepada caleg tersebut , tentu hal ini akan mendatangkan pertentangan batin. Apabila dia tidak memberikan ssuaranya kepada caleg yang memberi uang tersebut, maka dia membohongi pilihan hatinya. Tetapi apabila dia tidak memberikan suaranya kepada caleg tersebut, maka dia mengingkari janjinya kepada caleg tersebut. Hal ini sering kali membuat bingung para pemilih.
Tidak sedikit pemilih yang memang benar-benar memberikan suaranya kepada caleg yang telah memberinya uang , tetapi tidak sedikit yang tidak memberikan suaranya kepada caleg yang telah memberinya uang dan memilih caleg sesuai pilihan hatinya. Akan tetapi ada juga orang yang menerima semua uang yang diberikan para caleg dan mereka memberikan suara kepada semua caleg yang memberikan dia uang. Hal ini jelas membuat suara tersebut tidak sah. Mereka yang melakukan hal ini biasanya merupakan peilih yang tidak peduli dengan demokrasi.

(http://news.okezone.com/read/2014/04/07/510/966716/politik-uang-buat-pemilih-pemula-apatis-berpotensi-golput)










BAB III
PENUTUP

A.    Kesimpulan
Money politic atau politik uang itu merupakan tindakan penyimpangan dari kampanye yang bentuknya dengan cara memberikan uang kepada simpatisan ataupun masyarakat lainnya agar mereka yang telah mendapatkan uang itu agar mengikuti keinginan orang yang memliki kepentingan tersebut. Selain itu juga money politic bukan hanya uang, namun juga bisa berbentuk bahan-bahan sembako.
Banyak sekali penyebab terjadinya Money politic diantaranya disebabkan karena masyarakat  masih belum siap untuk hidup berdemokrasi secara utuh. Selain itu money politic bisa terjadi karena masih kurang di tegakkannya hukum di Indonesia.. Tetapi dari alasan penyebab terjadinya money politic yang terpenting yaitu karena masih kurang iman dan taqwanya para politisi maupunn masyarakatnya itu sendiri.
Dampak dari adanya money politic tentunya banyak sekali. Dampak bagi para caleg yang lolos maupun para caleg yang tidak berhasil lolos. Dampak bagi caleg yang berhasil lolos tentunya akan berdampak juga terhadap pemerintahan karena yang berhasil menduduki kursi legisatif tidak bisa dipungkiri masih banyak yang tidak kompeten sehingga sesuai hadist Rasululloh “Jika urusan diserahkan kepada yang bukan ahlinya, maka tunggulah saat kehancurannya”. Itu lah yang tidak di inginkan oleh kita sebagai warga negara Indonesia, selain itu dampak bagi masyarakatnya sendiri akan timbul perpecahan, karena saking fanatiknya dan merasa harus balas budi karena mereka telah di beri bentuk penyuapan oleh para caleg, sehingga menganggap caleg yang lainnyna rendah dibandingkan yang mereka dukung. Namun yang tidak di inginkan apabila para pendukung melakukan cara apapun agar yang mereka dukung lolos.
Money politik juga dapat berpengaruh pada suara masyarakat pada saat pemilu. masyarakat tentunya akan bimbang apabila telah mendapatkan money politic karena mereka berhutang budi kepada mereka, padahal dalam lubuk hatinya mereka tidak mau memilih caleg tersebut.

B.     Saran
Sebagai masyarakat yang cerdas sudah seharusnya kita memilih wakil rakyat sesuai dengan hati nurani atau pilihan dari hati kita masing – masing . jangan mudah di iming-imingi uang , karena suara masyarakat menentukan arah bangsa.
























DAFTAR PUSTAKA

http://andi-koswara.blogspot.com/2012/07/money-politik-menciderai-nilai-nilai.html
http://adisanjaya24.blogspot.com/2010/06/money-politic-dalam-demokrasi-suatu.html
http://mahad-aly.sukorejo.com/2013/12/money-politik/
http://berita.muslim-menjawab.com/2013/03/wakil-kpk-money-politic-imbasnya-lebih.html
http://news.okezone.com/read/2014/04/07/510/966716/politik-uang-buat-pemilih-pemula-apatis-berpotensi-golput
http://m.kompasiana.com/post/read/646060/1/dampak-money-politic-terhadap-perilaku-di-masyarakat.html

0 Response to "MONEY POLITIK"

Posting Komentar